Raih Peluang Bisnis saat Pandemi, Jual Makanan Beku

Menyiapkan makanan untuk keluarga yang sedang WFH atau sekolah online? Salah satu solusi praktis untuk para ibu rumah tangga didalam menyiapkan makanan untuk keluarga di masa pandemi Corona ini yaitu membeli makanan siap saji yang dikemas dan dibekukan dalam bentuk Frozen untuk diolah kembali.
Frozen food atau makanan beku siap saji dapat bertahan lama sehingga dianggap praktis di masa WFH (work from home atau bekerja dari rumah) ini. Makanan beku siap saji yang tinggal dipanaskan atau digoreng ini juga bervariasi mulai dari menu untuk sarapan, makan siang, malam serta camilan.

Peluang bisnis makanan beku/ frozen di masa WFH sesuai anjuran pemerintah untuk #dirumahaja ini lah yang dilirik ibu rumah tangga bernama Andi Ramdaniah, penjual frozen food yang tinggal di daerah Tentara Pelajar Makassar. Sebelum melakukan bisnis makanan beku, Ibu Dani menjual tahu crispy dan bakso frozen.

“Semenjak pandemi Corona awal Februari 2020 ini sebenarnya telah banyak konsumen yang request untuk menjual makanan selain tahu crispy, bakso dan rawon prozen, tapi belum di seriusin. Nah semenjak Corona, semakin banyak banget permintaan yang masuk untuk rawon frozen dari konsumen yang akhirnya saya memutuskan untuk lebih fokus untuk menjualnya,” kata Ibu Dani.

Ibu Rumah Tangga ini semakin fokus beralih menjual rawon frozen food dengan nama so’ta rawon karena banyaknya permintaan dari pelanggannya. Makanan frozen ini di pasarkan melalui Facebook dan go food di tawarkannya dengan kemasan menarik dan harga yang terjangkau agar dagangannya cepat terjual.

“Harga So’ta Rawon frozen food yang saya jual sekitar Rp. 25 Rb

Terdiri dari :

6 Potong Daging Lamur Sapi

1 Bakso Besar

2 Bakso Kecil

1 Bungkus Sambel

1 Bungkus Kecab

GARANSI

Tidak usah bayar kalau Tidak Enak

” jelasnya.

Berbisnis sambil mengurus tiga anaknya, Ibu Dani memasarkan makanan Frozennya hanya melalui pemesanan di aplikasi Go Food online dan melalui Facebook yang bermuara di pengantaran Aplikasi Maxim. Dia tidak mempergunakan jasa pengiriman lain agar makanan tetap utuh dan aman.

“Kami sekarang untuk pemasarannya fokus ke Facebook dan Go Food, walaupun kami juga punya IG @sotarawon untuk pesanan rawon. Untuk promosi aku pakai Facebook berbayar (FB Ads) serta organik dengan cara aktif di media social agar menarik minat pembeli. sehingga bisa mendapatkan beberapa reseller,” ujarnya.

Semenjak semakin banyak orang WFH atau bekerja dari rumah dimasa pandemi sekarang ini, Ibu Dani mengaku omsetnya penjualan makan bekunya bertambah. Menurutnya, kemungkinan besar masyarakat butuh stok makanan di rumah yang praktis.

Sebagai penjual makanan beku, Ibu Dani mengaku selalu menjaga kebersihan serta hygienis dari produk yang dijualnya. Lalu untuk mekanisme pengantaran barang ke customer, aku meminta para Driver ojek online untuk mengambil order melalui jendela khusus jadi tetap jaga jarak dan disediakan hand sanitizer,” jelas wanita lulusan UNHAS, Makassar itu.

Baca Juga “10 Peluang Bisnis Sampingan Modal Kecil untuk Ibu Rumah Tangga”

Tidak cukup membantu tapi ..

Semoga bermanfaat 🙂

Terima kasih

Diterbitkan oleh sotaoreng

Owner Bisnis Cemilan

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai