
Rawon merupakan salah satu makanan tradisional yang berasal dari daerah Jawa Timur.
Hidangan ini punya ciri khas yang membuatnya gampang dikenali yaitu kuahnya yang berwarna hitam. DIdapat dari campuran rempah yang bernama kluwek, kluwak, atau keluak. Selain masakan rawon, kluwek ini juga jadi campuran dalam beberapa masakan lain. Salah satunya yaitu gabus pucung khas Betawi.

Buah kluwek pada masakan dalam buku “Sehat dengan Rempah dan Bumbu Dapur” karya Prof. Dr. Ir. Made Astawan, M.S yang diterbitkan Penerbit Buku Kompas, kluwek yaitu hasil fermentasi biji picung. Tambahan kluwek didalam masakan akan menghasilkan aroma dan cita rasa yang unik, bisa menciptakan warna masakan jadi coklat cenderung hitam, serta juga dalam mengawetkan makanan. Olahan masakan dengan kluwek bisa mempunyai rasa gurih yang khas. Kluwek juga digunakan sebagai pengawet makanan disebabkan punya sifat antimikroba yang baik. Jika komposisi 2 persen kluwek dikombinasikan dengan 2 persen garam dari berat yang mau di awetkan , campuran tersebut dapat mengawetkan ikan kembung segar selama enam hari lamanya. Unsur dari biji buah picung mepunyai sifat antimikroba yang dapat melawan beberapa varietas bakteri pembusuk ikan sehingga masakan yang mempergunakan kluwek akan awet lebih lama. Kluwek merupakan sejenis tanaman picung yang termasuk ke dalam keluarga Flacourtiaceae, Genus pangium, dan spesies edule.

Picung juga dikenal dengan sebut pakem di daerah Bali dan Kalimantan, kluwak di Jawa, dan kapencueng, kapecong, atau simaung di Minangkabau. Tanaman ini idealnya tumbuh diketinggian 300-1000 meter di atas permukaan laut, dengan konteks tanah apa pun. Buah pohon picung biasanya memiliki 20-30 biji berbentuk segitiga dengan lebar sekitar 5 sentimeter. Kulit bijinya kasar, berkayu, serta bealur. Biji tersebut tertutup oleh daging buah berwarna putih ketika masih segar. daging akan mengalami berubah jadi kehitaman jika sudah lama disimpan.

Dapat melepaskan asam sianida
Biji picung ini jadi bahan dasar dalam pembuatan kluwak untuk campuran masakan. Namun biji ini juga mengandung ginokardin, sejenis glikosida yang mudah melepaskan asam sianida yang bersifat racun. Jika dikonsumsi atau terhirup dalam konsentrasi rendah, bisa menyebabkan sakit kepala, pening, mual, hingga muntah.
Agar aman dikonsumsi, biji picung harus dicuci dan direbus terlebih dahulu. Proses pemasakan ini bisa menghilangkan kandungan asam sianida. Asam sianida memang mudah larut dalam air dan akan menguap pada suhu di atas 26 derajat celsius. Sementara yang dijual di pasar sudah melalui permentasi diatas sehingga tinggal di pecah dan diambil dagingnya kemudian di olah menjadi berbagai hidangan masakan.
Manfaat kluwek untuk kesehataan
Selain digunakan jadi campuran rempah dalam masakan, kluwek juga mempunyai banyak manfaat lain. Di antaranya adalah untuk menjaga kesehatan serta pertumbuhan tulang serta gigi. Kluwek mempunyai kandungan energi tinggi dengan kadar energi per 100 gram daging kluwek adalah 273 kkal. Kluwek juga mengandung vitamin C yang cukup baik yakni sekitar 30 mg per 100 gram. Kandungan zat besi pada kluwek juga cukup tinggi, yakni mencapai 2 mg per 100 gram. Sebab itulah kluwek dianggap baik untuk dikonsumsi khususnya oleh ibu hamil, ibu menyusui, atau bagi wanita yang sedang menstruasi. Kluwek juga mengandung zat fosfor yang cukup bagus, yakni sekitar 100 mg per 100 gram. Fosfor ini bermanfaat untuk membentuk tulang dan gigi. Kandungan vitamin C dan zat besi ini sangat baik untuk antioksidan tubuh. Ketika biji picung sudah berbentuk kluwek alias sudah difermentasi, maka aktivitas antioksidannya akan meningkat.

Baca Juga “Rawon, Si Hitam Manis Asli Rempah Indonesia Yang Genit Menggoda Lidah”
Tidak cukup membantu tapi ..
Semoga bermanfaat 🙂
Terima kasih
