Rawon, Si Hitam Manis Asli Rempah Indonesia Yang Genit Menggoda Lidah

Di zaman dekade social media saat ini, namanya makan bukan lagi sekedar perkara mengenyangkan kampung tengah yang lapar. Saat ini makanan naik tingkat menjadi ‘idola’ yang bisa menjual dirinya melalui penampilan visual. Ya, di era Facebook serta Instagram-able saat ini membuat banyak orang berlomba-lomba menyuguhkan penampilan makanan yang menarik di atas piring saji. Akan tetapi, bagaimana dengan makanan asli Indonesia yang terkadang mempunyai warna dan penampilan yang juga menarik untuk ditampilkan. Sebut saja Rawon yang berkuah hitam penuh rempah asli Indonesia. Yang menjadi pertanyaan akankah rawon yang berkuah gelap ini dapat go international dan merebut hati peminat kuliner?

Apa sih yang membuat kreasi kuliner penuh rempah ini berbeda dengan makanan berkuah lainnya? Menurut Wikipedia, Rawon merupakan masakan Indonesia berupa sup daging berkuah hitam sebagai campuran bumbu khas yang didalam terkandung buah kluwek. Kluwek atau keluwak yang mempunyai nama ilmiah Pangeum eduleini termasuk dalam kingdom Plantae. Agar dapat dikonsumsi, isi kluwek mesti dikeluarkan dan direndam air terlebih dahulu. Sewaktu masih kecil, saya selalu berpikir, kenapa kok banyak orang di pasar menjual batu-batu sih? OOOOOooo, ternyata itu adalah kluwek. Karena bentuknya mirip dengan batu dan berkulit keras sih.

Coba bayangkan, di saat badan kita menggigil disebabkan kena flu, seporsi makanan berkuah panas tentu nikmat disantap. Lebih lagi jika dilengkapi potongan dadu daging sapi bagian kisi yang empuk serta sedikit mengandung lemak di beberapa irisannya. Seraya membiarkan lidah menari-nari mengunyah irisan daging sapi, meresab kuah berwarna coklat kehitamannya yang kaya akan rempah membuat ingin nambah lagi dan lagi. Wah! Yakin deh, nggak ada orang di belahan dunia manapun yang bisa menolak kenikmatannya!

Ternyata, kluwek yang ada dalam rawon ini tidak hanya punya rasa yang khas, akan tetapi juga punya manfaat untuk kesehatan. Menurut info dari organisasi.org, terhadap 100 gram Kluwak yang dapat dikonsumsi sekitar 80%-nya, mengandung genergi sebesar 273 kilokalori, protein 10 gram, kalsium 40 miligram, karbohidrat 13,5 gram, lemak 24 gram, fosfor 100 miligram, dan zat besi 2 miligram. Tak hanya itu, kluwek ternyata kaya vitamin B1 0,15 miligram dan vitamin C 30 miligram.

Si kluwek ini perlu diolah terlebih dahulu karena punya rasa asli yang sedikit pahit. Bersama daun serai, lengkuas, kunyit, jahe, kemiri, bawang merah, bawang putih, ketumbar, asam jawa, daun jeruk, daun salam, merica dan garam, mereka dihaluskan dan ditumis bersama-sama dengan sedikit minyak hingga aroma harum khas keluar semerbak. Aroma khas yang membangkitkan selera ini diperkuat dengan siraman air kaldu daging sapi dan potongan daging yang nikmat menggugah selera. Meskipun warna kuahnya tidak cantik, akan tetapi rasanya akan menggelitik menari menari di saraf-saraf lidah untuk terus mengunyah dan menghabiskan sepiring nasi deh.

Walaupun rawon dikenal di hampir seluruh daerah di Jawa, akan tetapi belum ada yang benar-benar tahu dengan pasti bagaimana sejarah makanan ini berasal. Ada yang mempunyai pendapat, rawon dulunya merupakan makanan para bangsawan. Akan tetapi tidak sedikit yang beranggapan makanan ini justru merupakan santapan rakyat jelata karena umumnya makanan rakyat itu lebih mudah populer. Rawon yang terkenal itu berasal dari Jawa Timur lho, khususnya Malang dan Surabaya akan tetapi di daerah lainnya juga tidak kalah lezatnya contohnya So’ta Rawon di daerah Makassar. Sebetulnya tidak ada perbedaan yang terlalu menonjol dari Rawon Malang, Rawon Surabaya dengan So’ta Rawon Makassar . Hanya saja Rawon Surabaya lebih kaya isi dengan jerohan sapi. Sementara Rawon Malang isinya daging sapi, sedangkan So’ta Rawon dengan duet mautnya bersama Bakso Telur. Kalau toppinya mirip mirip yaitu taburan bawang goreng serta bawang daun plus ada tambahan taoge, akan tetapi untuk So’ta Rawon topping yang unik adalah kacang bawangnya yang gurih habis.

Kalau kebetulan ke Kota Malang, jangan lupa singgah ke berbagai warung rawon yang tersebar seantero penjuru Malang, misalnya Rawon Pak Djenggot, Rawon Tessy atau sang legendaris, warung Rawon Nguling yang berlokasi di jalan Zainul Arifin. Di sini seporsi rawon dengan nasi putih yang selalu disajikan panas, dapat dinikmati dengan berbagai lauk-pauk, mulai tempe goreng hingga jerohan goreng yang dijual terpisah. Saya merekomendasikan bersantap rawon ini dengan mendhol goreng. Iya, mendhol goreng hanya ditemui di Malang. Olahan tempe yang sedikit dibusukkan ini punya citarasa berbeda dengan menonjolkan rasa daun jeruk dan kencur. Sama seperti rawon, bentuknya yang dikepal membulat dan digoreng memang agak kurang menarik. Begitu disantab, pleng … rasa tempe yang gurih dan aroma wangi daun jeruk membuat kita nggak sabar untuk segera mengunyah. Tidak lupa, bubuhkan sedikit sambal pada kuahnya.

Sedangkan untuk So’ta Rawon ditujukan untuk di santab di rumah bersama keluarga dengan konsep Frozen dan langsung di masukan di microwave atau didihkan kembali di kompor sehingga benar benar dinikmati dengan kuah yang panas bersama keluarga.

Nah, Andaikan pengen makan rawon dengan kuah panas dan menggoda ini, saya akan bagikan resepnya nih:

Bahan-bahan:

  • 500 gr potongan daging sapi, potong secara dadu
  • 4 helai daun jeruk, buang tangkai punggung daunnya
  • 2 helai daun salam
  • Garam 1/2 sendok makan atau secukupnya
  • Taoge secukupnya
  • 2 batang serai, memarkan
  • 3 cm lengkuas, memarkan
  • 2 batang daun bawang, potong-potong
  • 1000 ml air

Bumbu halus:

  • 4 biji kluwak, ambil isinya
  • 3 siung bawang putih
  • 6 siung bawang merah
  • 2 batang daun bawang, potong kecil
  • 4 buah kemiri
  • 2 biji cabai merah, buang bijinya
  • 1 sdt ketumbar

Cara memasak:

  1. Tumis segera bumbu halus dan masukkan daun salam, daun jeruk, serai dan daun bawang hingga harum. Kemudian masukkan garam sesuai selera
  2. Rebus air bersama daging selama 5 menit Tiriskan dan kemudian rebus lagi serta masukkan tumisan bumbu halus. Rebus sampai daging matang, matikan kompor.
  3. Sajikan bersama sama dengan taburan bawang merah goreng, irisan daun bawang dan kerupuk mie.

Kalau sudah seperti ini sih, saya tidak ragu untuk memfoto si Hitam Manis serta segera publikasi langsung ke Facebook dan Instagram kemudian membubuhkan hashtag #foodporn #indonesianfood agar seluruh dunia bisa menemukan kelezatannya. Kalau seperti ini sih, saya nggak ragu menjepret si Hitam Manis, upload ke Instagram dan membubuhkan hashtag #foodporn #indonesianfood agar seluruh dunia bisa menemukan kelezatannya.

Ingat…., jangan lupa menutup hidangan makan rawon ini dengan segelas es teh manis ya. Rasane top markotop ….

Tidak lupa menyimak “Mau Menikmati Kuliner Rawon di Makassar? Ada Penawaran di 5 Tempat Ini yang Nomer 5 Lagi In….”

Tidak cukup membantu tapi ..

Semoga bermanfaat

Terima kasih

Diterbitkan oleh sotaoreng

Owner Bisnis Cemilan

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai