5 Cara+ Menyimpan Daging Setelah Di Beli

Perlu diketahui bahwa cara menyimpan daging sapi dapat memengaruhi kualitas dan kebersihannya. Tidak hanya berpengaruh pada rasanya, akan tetapi kesehatan keluarga di rumah bergantung pula pada cara kita dalam menyimpannya.

Beberapa mikroorganisme bisa berkembang pada daging mentah kalau penyimpanannya tidak tepat. Sebut saja salmonella yang merupakan bakteri penyebab penyakit tifus, hingga E. coli yang menyebabkan infeksi usus serius. Kenyataannya, pertumbuhan bakteri-bakteri tersebut bisa dicegah dengan menyimpan daging mentah pada suhu tertentu.

Untuk suhu freezer yang tepat untuk mengawetkan daging yaitu di bawah 0° F (-18° C). Suhu tersebut memang tidak dapat membunuh bakteri, akan tetapi dapat memperlambat pertumbuhannya. Namun bukan berarti kita juga bebas menyimpan daging dalam freezer terlampau lama. Ini disebabkan kualitas daging seperti rasa yang berubah hingga keempukannya dapat berkurang.

Cara menyimpan daging sapi yang tepat

Berikut merupakan cara menyimpan daging sapi di kulkas yang cukup sederhana tapi memberikan dampak yang cukup signifikan pada kualitasnya.

  1. Segera Masukkan Kulkas

Daging mentah, baik itu daging sapi maupun daging ayam sebaiknya tidak disimpan lebih dari 2 (dua) jam dalam suhu ruangan. Bahkan, jikalau suhu di luar lebih dari 32° C, kita harus segera memasukkan daging ke dalam kulkas paling lambat setelah satu jam.

Seperti yang telah diulas sebelumnya, suhu sangat memengaruhi pertumbuhan bakteri. Pasnya, jangan serta merta langsung menyimpan daging di freezer. Terlebih dulu masukan ke bagian chiller yang bersuhu sekitar 4° C. Tujuannya yaitu agar daging tak mengalami perubahan suhu yang drastis karena bisa merusak kualitasnya.

  1. Membungkus Daging dengan Rapat
    Membungkus atau mewadahi daging juga mempunyai peranan penting, terlebih lagi untuk daging dengan kadar lemak yang tinggi. Disebabkan daging berlemak lebih mudah mengalami freezer burn, yang merupakan sebuah kondisi dimana permukaan daging diselimuti kristal es yang berasal dari molekul air yang menguap.

Freezer burn bisa membuat daging mengeras dan kualitasnya berkurang. Daging yang mengalami freezer burn masih bisa dikonsumsi, akan tapi kualitas rasanya sudah sangat berkurang. Dalam pencegahannya, kita bisa membungkus daging dengan bahan plastik yang aman. Pergunakan bahan yang tidak mudah rusak dalam suhu yang amat rendah, juga tidak mengandung bahan kimia yang akan meracuni makanan.

Kini telah banyak plastik ramah lingkungan yang dapat digunakan dalam membungkus makanan di dalam kulkas. Intinya semakin rapat dan tidak banyak udara dalam wadah, maka semakin baik.

3. Tidak Mencuci Daging Terlebih Dahulu

Punya tradisi mencuci daging sebelum memasukannya ke kulkas? Alangkah baiknya kebiasaan tersebut dihentikan. Daging yang telah dicuci mengandung banyak air dan menyimpan daging yang sudah berair akan membuatnya mudah mengalami freezer burn.

Selain daripada itu, bakteri tidak akan hilang hanya dibersihkan dengan air. Bakteri hanya akan mati kala dimasak dalam suhu tertentu. Yang terjadi malah daging bisa terkontaminasi bakteri lain dari tempat pencucian atau dari air itu sendiri. Kenyataannya, air mentah bisa pula mengandung banyak bakteri.

4. Memberikan Catatan Tanggal

Kalau lupa kapan memasukkan daging ke dalam kulkas? Atasi dengan memberikan catatan setiap kali membeli daging. Tulis tanggal di wadah atau pembungkus daging. Catatan ini akan menjadi pengingat bagi kita untuk memilih mana daging yang mesti dimasak terlebih dahulu.

Daging sapi dan ayam mempunyai daya tahan yang berbeda. Daging sapi dapat disimpan di freezer dengan panduan suhu di bawah -18° C selama maksimal 6-12 bulan. Sedangkan untuk daging ayam dapat lebih lama, yakni satu tahun asalkan waktu dimasukkan ke dalam freezer dalam kondisi segar.

Beda bagian daging, beda pula daya tahannya. Untuk bagian daging has dalam bisa mencapai 12 bulan, tapi untuk bagian lidah atau jeroan hanya bisa bertahan maksimal 4 bulan di freezer. Namun untuk penggunaan di rumah, tentu idealnya tidak perlu selama itu dan bisa segera dipakai untuk kegiatan masak sehari-hari.

5. Memastikan Temperatur Kulkas

Temperatur atau suhu pada kulkas memegang peranan paling penting dari sekian cara menyimpan daging sapi ataupun daging lainnya. Atur suhu saat daging dimasukkan ke dalam kulkas dan pastikan suhu freezer di bawah -18° C. Selain itu, isi kulkas sebaiknya tidak boleh penuh ataupun terlalu kosong. Jika terlalu penuh, sirkulasi udara tidak akan mengalir dengan baik. Tapi jika terlalu kosong, kulkas akan berusaha lebih keras untuk mendinginkan makanan sehingga menarik daya listrik yang besar.

Jika mati lampu, kita dapat menyimpan thermometer di dalam kulkas, tapi pastikan thermometer yang digunakan tahan suhu ekstrim. Jangan membiasakan juga membuka tutup pintu freezer bila tidak ada keperluan karena akan memengaruhi suhu di dalamnya. Cek thermometer saat listrik menyala kembali. Jika masih dalam kisaran suhu optimal, berarti semua makanan aman.

Lima cara menyimpan daging sapi di atas akan terasa lebih ringan jika kita terbiasa melakukannya. Dengan memberikan perhatian lebih untuk hal sederhana, kesehatan keluarga jadi lebih terjaga dan rasa masakan yang dihasilkan tentu semakin lezat.

Baca Juga “Cara Dalam Rebus Daging 5-30-7, Agar Hemat Gas dan Hasil Empuk”

Moga Bermanfaat

Diterbitkan oleh sotaoreng

Owner Bisnis Cemilan

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai