
Bisnis makanan khususnya online merupakan prospek usaha yang makan banyak digandrungi, khususnya sejak pandemi COVID-19. Di tengah rivalitas bisnis yang cukup kompetitif ini, dibutuhkan strategi yang jitu untuk merintis bisnis.
Kuliner merupakan salah satu industri yang tidak ada matinya, seperti kata orang-orang. Sebagai penyedia kebutuhan pokok, bisnis ini menawarkan keuntungan yang menjanjikan khususnya di era online yang serba praktis. Tidak heran, pegiat bisnis dan generasi melinial kini berlomba-lomba untuk membangun bisnis kuliner online seperti makanan rawon misalnya, lebih khususnya sejak pandemi COVID-19 yang menuntut daya kreasi dan inovasi.

Tetapi, di tengah persaingan yang ketat ini, dibutuhkan strategi dan langkah yang jitu dalam merancang dan mengawali bisnis makanan online. Seperti apa langkah-langkah yang dapat kamu terapkan?
Terkait langkah-langkah memulai bisnis makanan online bagi pemula, kami akan mencoba merangkumnya sebagai berikut.

1. Temukan niche bisnis Kuliner online
Niche market yaitu target pasar yang diidentifikasikan berdasarkan kebutuhan, preferensi, atau identitas yang spesifik. Lewat niche market, anda akan berada di kolam persaingan yang lebih sempit dan berpeluang untuk tampil lebih menonjol.
Dalam memilih niche market ini, hal esensial yang ingin kamu lakukan yaitu mencari tahu tren kuliner yang sedang diminati masyarakat. Kemudian, tentukan posisi bisnismu, apakah misalnya sebagai brand yang affordable atau luxury? Akankan anda fokus pada menu clean-eating atau hidangan yang memanjakan?

Niche bisnis ini juga akan mepegaruhi branding dan cara anda mengiklankan diri. Mulai dari memilah warna perusahaan, teks, hingga desain logo, semuanya akan bersinggungan dengan niche market. Selepas itu, tetapkan anggaran dan ekspektasi. Berapa banyak bujet bulanan yang akan dapat kamu keluarkan? Apakah anda ingin memasarkan produkmu di area lokal, nasional, atau mungkin hingga ke luar negeri?
Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas akan membantu anda mengetahui berapa banyak dana yang mesti diinvestasikan dalam pengembangan toko online, pemasaran, dan bahan produksi, yang pada akhirnya dapat menentukan harga jual.

2. Cari pemasok bahan (supplier)
Dalam bidang makanan, terdapat dua jenis bisnis, yakni bisnis yang memproduksi produknya sendiri dan bisnis yang membeli produk jadi untuk dijual. Apa pun ragam bisnismu, anda perlu meluangkan waktu dalam mencari pemasok bahan atau supplier yang kredibel dan terpercaya. Jika anda menjual menu clean-eating dengan bahan organik, sebaiknya pastikan pemasok tersebut benar-benar menyediakan sayuran dan rempah rempah organik.
3. Ciptakan merek, kemasan, dan label
Untuk tahap ini, anda mesti telah mempunyai gagasan yang jelas tentang makanan apa yang ingin dijual dan bagaimana anda akan memproduksinya. Selain itu, anda juga akan memikirkan branding bisnis yang mencakup beberapa hal, seperti:
– Nama bisnis: Dalam menciptakan nama bisnis, terdapat tiga opini yang mesti anda perhatikan, yakni mudah diingat, relevan, dan mudah dieja. Cobalah pikirkan konsep – konsep kreatif serta tanyakan pendapat dari teman dan kerabat.
– Warna brand: Warna menggambarkan representasi dari bisnis beserta semangat dan visi yang terpedam di dalamnya. Sebab itu, anda perlu menaruh perhatian yang lebih saat memastikan warna atau brand colour.

– Dari sisi psikologi sendiri, industri makanan biasanya menentukan warna-warna cerah karena dianggap lebih memukau, lebih jelas, dan bisa mendorong pembelian impulsif. Untuk warna kuning, merah, dan oranye condong dikaitkan dengan makanan yang memanjakan, sementara itu warna hijau dan biru umumnya digunakan dalam mengekspresikan kesehatan dan vitalitas.
– Foto Produk: Foto produk berfungsi dalam membangun kesan pertama konsumer terhadap brand dan produk anda. Dengan foto produk yang baik, anda akan meningkatkan kepercayaan pembeli sekaligus menambah nilai jual.

4. Buat toko online
Era ini tersedia begitu banyak platform digital yang bisa anda manfaatkan dalam menjual dan memasarkan produkmu. Mulai dari media sosial, situs web, hingga e-commerce, anda bisa memilih media yang tepat sesuai target audiens. Segera daftarkan diri dan pastikan halaman tokomu dikelola dengan rapi dan estetis.
seperti contoh toko online ini yang bergerak di bisnis kuliner “so’ta Rawon” (Klik)
5. Pasarkan produk bisnis kuliner secara online
Kehadiran toko online bukan semata-mata membuat bisnismu laris dan memperoleh banyak pembeli. Sebab itu, anda mesti mengembangkan kreativitas dan inovasi melalui strategi marketing online. Hal ini bisa mencakup banyak hal, mulai dari konsistensi posting media sosial harian, penggunaan iklan media sosial, promosi berjangka, dan lain sebagainya.

Itulah beberapa langkah dalam membangun bisnis makanan online yang perlu anda ketahui. Ingatlah bahwa bisnis yang besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang tidak mudah. Jadi, saat hambatan datang, refleksikan impian dan mantapkan langkahmu untuk terus berproses.
Baca Juga “Cara Ampuh Membangun Merek Pada bisnis kuliner”
Tidak cukup membantu tapi ..
Semoga bermanfaat 🙂
Terima kasih
